FESTIVAL TURUN KASAWAH DALAM RANGKA HUT KABUPATEN SOLOK KE 106

Print
Published Date
Written by Super User Hits: 176

Ratusan Masyarakat dan turis ikut menikmati balunau di sawah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Solok Yandra Prasat mengatakan bahwa tradisi turun ke sawah

ini digelar dalam rangka memeriahkan HUT Kab. Solok ke 106 yang dilaksankan di Nagari Paninggahan, Selasa (2/4). “Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk kembali mengingatkan warga Kabupaten Solok bagaimana nenek moyang kita dulunya turum ke sawah dengan penuh kebersamaan dan gotong royong”, tambahnya. “Nagari Paninggahan termasuk salah satu nagari yangbsudah ditetapkan sebagai kampung wisata budaya dengan kearifan lokalnya bersama Nagari Selayo dan Nagari Jawi-Jawi Guguak oleh Kementerian Pariwisata RI. Sehingga dalam kegiatan ini kita juga akan menggaet para wisatawan asing untuk datang kesini dan berbaur dengan masyarakat dalam melestarikan tradisi turun ke sawah”, ucap Yandra

Bupati Solok Gusmal juga menyampaikan bahwa gtradisi turun ke sawah ini sengaja digelar untuk menghidupkan kembali tradisi masa lalu, dimana saat ini tradisi tersebut mulai memudar di tengah perkembangan zaman. “Saya sangat mengapresiasi Nagari Paninggahan yang masih melestarikan tradisi nenek moyang, dan diharapkan tradisi ini dapat turun temurun ke generasi muda di Kabupaten Solok, saya juga merasa kembali ke masa puluhan tahun silam, dimana setelah masa panen sawah merupakan tempat merajut silaturrahmi, mulai dari latihan silek bagi pemuda, tempat bermain bagi anak-anak hingga mencari belut dan ikan yang mengundang keseruan”, terang Bupati.

Anggota DPD RI Novi Candra yang juga sempat hadi saat itu, sangat mengapresiasi Pemerintah Daerah Kab. Solok terutama masyarakat Paninggahan yang telah melaksanakan kegiatan ini. Novi berharap kegiatan tersebut tidak hanya ceremonial saja, tetapi dapat menjadi agenda tahunan pemerintah sehingga nantinya dapat menjadi percontohan bagi daerah lainnya dalam melestarikan budaya“Kami akan selalu mendukung kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh pemuda setempat dan juga Pemerintah Kabupaten Solok, apalagi yang meningkatkan nilai budaya dan adat”, tutur Anggota DPD RI menutup sambutannya.
Rangkaian tradisi turun ke sawah dibuka dengan silek lunau, dilanjutkan dengan menangkap ikan disawah dan juga menanam padi, serta makan baselo di pamatang sawah yang juga diikuti oleh Bupati, Para Staf Ahli dan Asisten, Anggota DPD RI serta Kepala SKPD, Camat dan undangan lainnya.